Tuntut hak kepada PT. KAI

Aliansi Penghuni Rumah Dan Tanah Negara Gelar Demo

WARTAONEMERAH -

Aliansi Penghuni Rumah Dan Tanah Negara Indonesia,mengerahkan ribuan massa melakukan unjuk rasa atas kesewenangan sepihak PT KAI terhadap penghuni rumah tinggal selama puluhan tahun.

Aksi unjuk rasa tersebut digelar di Patung Kuda, Gambir,Jakarta Pusat,dan di depan Mabes Polri,Selasa (06/09/22).

Aliansi Rumah dan Tanah Negara Indonesia,menuntut PT KAI untuk menghentikan semua upaya pengosongan sepihak,perobohan rumah,upaya penarikan sewa dan upaya-upaya intimidasi baik yang dilakukan sendiri maupun dengan bantuan pihak-pihak lain.

Mengembalikan dan mengganti kerugian yang timbul atas pengosongan sepihak dan perobohan rumah yang telah dilakukan.

Permohonan maaf dari PT KAI terhadap seluruh warga yang telah dirugikan atas tindakan sewenang wenang melalui media cetak Nasional.

Pemerintah memberikan hak atas tanah dan rumah yang telah ditempati oleh warga selama puluhan tahun sesuai dengan ketentuan dan perundangan berlaku.

Menindak secara tegas sesuai dengan ketentuan dan perundang undangan,pihak-pihak yang selama ini berlaku sewenang-wenang diluar batas keprimanusiaan dan hukum.

Sekjen APRTN Indonesia Ar.Purwana Yudhianto,mengatakan Aliansi Penghuni Rumah dan Tanah Negara (APRTN) Indonesia adalah wadah atau organisasi swadaya masyarakat seluruh Indonesia yang 15 Tahun terakhir ini diteror dan di intimidasi oleh kesewenang-wenangan PT KAI dengan cara mengirimi surat pengosongan,perobohan rumah dan eksekusi sepihak tanpa melalui proses hukum,masyarakat yang di intimidasi ini telah menempati rumahnya masing-masing selama 20 sampai 50 tahun lebih secara terus menerus tanpa adanya gangguan apapun.

" Secara legalitas kependudukan,masyarakat atau anggota APRTN Indonesia juga telah memiliki legalitas domisili dan pajak dari pemerintah serta tidak sedikit juga yang sedang menjalani program PTSL." Ucapnya singkat.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi PT KAI terkait hal tersebut.

Penulis:

Baca Juga